Archive for September, 2006

useless

Tuesday, September 26th, 2006

Knp ya? apa punya hati yg berbeda itu salah? apa memiliki visi yang berbeda itu salah? gw punya pandangan sendiri dan gw punya pendapat berbeda. Gw punya perasaan, jangan menilai perasaan gw dengan perasaan kalian. Bikin capek. Masa lomba lari sambil nyeret2 pelari lain? Kami memang tidak sempurna, kami banyak kekurangan, kami bukan mau sok hebat, atau sok udah paling tau, kami cuma mau berani mengambil resiko. Takut apa sih? memangnya siapa yang tau hari esok? mau bicara soal cinta? siapa yang berhak menilai sih?

hati ini sudah tak kenal ragu
mata ini sudah tak kenal yang lain
tangan ini sudah tak butuh lagi bersalaman

Gw punya cita-cita, gw punya visi, gw punya rencana dan gw butuh tindakan. Apa ada rencana yang gw tidak tahu? sesuatu yg tersembunyi? yang dijauhkan dari lingkup pandang mata gw. gw harap gak. toh jg udah percuma. itu ibarat menarik keluar jantung dari lobang hidung.

panggil aku gila, aku tidak perduli
panggil aku sinting, mungkin memang begitu
tidak, aku tidak sedang bercanda

Apa sih yang salah? jangan bilang tidak ada. kalau tidak ada pasti tidak sampai seperti ini. jangan juga bilang dia, dibalik semua keburukan kami di mata kalian, kami selalu mencoba berikan yang terbaik. kaki gw nih udah lompat-lompat, udah lari-lari ditempat, siap melesat cepat. Gw udah tunggu aba-aba itu dari dulu. mana? "dor" nya itu mana?

apakah benar itu salah?
mereka yang salah itu bagaimana?
masa harus semuanya salah?

Gimana ya? gak heran kalo pada salah. pake cara bener malah kacau begini. ganti dulu dong kacamatanya, kalo pake kacamata item jelas aja semuanya keliatan gelep. ga percaya? pake kacamata biru, pasti jadi biru semua. tes. gih.

banyak yang terpikirkan,
tapi apa bisa ya? apa bisa?
kalau akarnya bukan yang itu,
percuma mau ditebang juga

kalau gw gak perduli gw yang salah kan? kalau gw mau nekat juga nanti gw yang salah kan? gw gak mau harus sampe kacau, gw gak mau harus sampe berantakan, makanya gw coba lakukan dengan cara yang benar. tapi sekarang otak gw udah mulai buntu. AHHHHHHHH!!!!!!!!

kalau ruangan ini alam bebas,
berteriak pasti bisa sedikit menenangkan.
kalau tidak ada lagi harapan?
mungkin itu saatnya untuk tidak perduli

Friendly Game

Friday, September 22nd, 2006

Proevo5Kemaren maen ke Kosan anak-anak di belakang kantor bareng Hasto. Di tempat itulah permainan berlangsung, dengan lokasi tepatnya di kamar Rian. a Friendly Game of Pro Evolution Soccer 5 the PC Version. Here’s my Match Result:
-

  • Me vs Rian (3-0)
    "nice start"
  • Me vs Cahyadi (1-1)
    "won by cahyadi through Penalty Shootout (5-6 kalo gak salah)"
  • Me vs Dewa (1-1)
    "won by me through Penalty Shootout (4-2 kayanya)"
  • Me vs Rian (2-1)
    "skornya agak2 lupa, bener gak tuh ya?"
  • Me vs Henry (X-X)
    "Pending Match [^_^]"

-
Can’t wait to play antoher round ;)

hidup sederhana

Tuesday, September 19th, 2006

Kalau hidup bisa seperti barisan semut rasanya semua tidak akan serumit ini. yang belakang tidak akan tertahan oleh yg depan, dan sebaliknya yg depan juga tidak akan terdorong oleh yang dibelakang. semua berjalan bersama. kalaupun ada yg harus terhenti, barisan tetap dijaga rapi.

Kalau hidup bisa seperti kumpulan awan rasanya semua tidak akan serumit ini. masing masing terbang kearah mana angin bertiup, walaupun bertemu tidak akan saling menghancurkan.

Kalau hidup bisa seperti tumpukan komik di kamarku rasanya semua tidak akan serumit ini. semua berada dalam urutannya masing-masing. Terkadang ada yang keluar dan terselip, tapi dapat dengan mudah dikembalikan.

Jadi hidup itu seperti apa ya? seperti tombol pada keyboard laptopku? seperti kumpulan baju dalam lemari bajuku? atau mungkin seperti irisan apel yang baru kuhabiskan? sepertinya hidup itu hanya ada dalam mimpi. berharaplah tidak terbangun pada momen yang paling menentukan. mari hidup…

Selanjutnya?

Sunday, September 17th, 2006

Gw ke Surabaya hari Rabu Pagi Minggu lalu (13 Sep 06), ada Peresmian Cabang Baru Kantor (semi kantor sih) gw. Sebenernya gw gak punya hub langsung apapun dengan pembukaan cabang itu, tapi tiba-tiba dalam event tersebut disertakan Launching Website Kantor (semi kantor :p) gw. Jadilah gw mesti persiapan, bikin intro movie untuk di-Play, plus siapin server ecek2 buat akses web-nya.

Acara A (seperti Hari H atau the D Day) - nya sih tanggal Jumat Pagi (15 Sep 06), jadi gw punya 2 hari buat persiapan di sana. Syukur tidak banyak masalah, jadi semua berlangsung lancar2 aja. Kecuali soal kenyamanan kerja. Tuh Kantor Cabang baru penuh nyamuk! udah kaya sarang nyamuk malah.

Jumat Siang acara beres. Makan siang gratis buat semua (^_^) Makanannya enak jg. Abis acara gw langsung ngacir dijemput sodara pake motor. Cerita2 dikit di rumah sodara, dianter lagi ke deket hotel, beli oleh2 buat yayang, orang rumah and anak2 kantor, ciao ke bandara buat balik ke Jakarta. Yap! jd gw balik Jumat malem pesawat jam 22.20;

Gak disangka ternyata gw yg harusnya sendiri jadi bareng ama Kadiv After Sales Support Kantor (semi kantor) gw. Orangnya tinggi kakinya panjang, jadi di pesawat dia slalu milih kursi depan atau dekat pintu darurat untuk duduk. Sampe Jakarta pisah dah, dia ninggalin mobil di parkiran, sementara gw dijemput bonyok tercinta (memang anak berbakti pasti disayang orang tua ya :p hehe).

Dah, jadi selanjutnya apa ya…? Beri daku kepastian… (buat yg gak ngerti maksud pertanyaan gw, gak usah minder ya (gubrak!) — emang cuma gw ko yg ngerti :p)

punishment!

Thursday, September 7th, 2006

Punish

baek-baek ya… kalo nakal dihukum duduk mojok ampe sadar dan menyesal…

3 sahabat

Tuesday, September 5th, 2006

3 orang sahabat kembali bertemu setelah terpisah belasan tahun lamanya. Dalam pertemuan itu mereka saling berbagi cerita kehidupan mereka.

Ashlay kini telah menjadi seorang pengacara terkenal, menikah lima tahun yang lalu dengan adik kelasnya saat kuliah, dan saat ini memiliki 2 orang anak laki-laki yang ekstra lincah dan sehat. Dia bercerita dengan penuh semangat dan sangat antusias mengundang kedua sahabatnya berkenalan dengan keluarganya.

Bob hidup dengan sederhana sebagai seorang pekerja di perusahaan swasta, tiga tahun yang lalu ia menikah dengan rekan sekerjanya, dan diberkati seorang anak perempuan yang cantik. Dia bercerita dengan berseri-seri dan dengan senyuman lebar yang tak tertahankan. Dia sangat bersemangat ingin memamerkan dua bidadari hidupnya pada kedua sahabatnya itu.

Charlie tertawa kecil sambil memandang kedua sahabatnya dengan senyum tulus dan mata berkaca-kaca. “Aku sangat bahagia” Ujarnya, “Aku bangga atas keberhasilan kalian, dan aku tidak sabar ingin berkenalan dengan keluarga kalian.” Dia memeluk kedua temannya sambil berbisik dalam hati, “Istriku melahirkan anak pertama kami lima bulan yang lalu, tapi aku kehilangan mereka dalam sebuah kecelakan sebulan kemudian. Sejak saat itu pekerjaanku mulai memburuk, dan akhirnya bulan lalu perusahaan memutuskan untuk memberhentikanku”.

Malam itu Charlie memulai kembali hidup yang hampir dibuangnya. Setelah beberapa bulan dia berkelut dengan dirinya sendiri, akhirnya Charlie membuka hatinya, dan ia melihat bahwa kebahagian seorang sahabat dapat menghangatkan kesepiannya.